Memulai perjalanan sebagai seorang penulis sering kali tidak mudah. Ketika pertama kali mendengar tentang komunitas ODOP (One Day One Post), aku sedang mengalami salah satu masa tersulit dalam menulis—writer’s block yang tiada henti.
Aku mencintai menulis, tetapi sering merasa buntu dan tidak tahu harus memulai dari mana. Hingga suatu hari, aku menemukan ODOP di Instagram dan itu bisa mengubah hidupku. Di sinilah perjalanan menulis konsistenku dimulai.
Writer’s Block yang Menyiksa
Writer’s block, jika kamu pernah mengalaminya, adalah momen di mana otakmu seolah-olah tertutup kabut tebal. Kamu ingin menulis, tetapi tidak ada ide yang muncul.
Itulah yang kualami sebelum bergabung dengan ODOP. Setiap kali duduk di depan laptop, jemariku terasa berat untuk menekan tuts keyboard. Aku frustrasi dan hampir menyerah pada impianku menjadi seorang penulis.
Namun, segalanya berubah ketika aku kenal dengan komunitas ODOP. Komunitas ini menantang anggotanya untuk menulis satu postingan setiap hari.
Awalnya, aku ragu, “Bagaimana mungkin aku bisa menulis setiap hari? Sedangkan untuk satu paragraf saja, rasanya mustahil.” Tetapi aku tahu, jika ingin berkembang, aku harus keluar dari zona nyaman. Jadi, aku memutuskan untuk mencoba.
Awal Bergabung dengan ODOP
Saat aku pertama kali bergabung, tantangan ODOP terdengar sederhana: satu hari, satu postingan. Tapi siapa sangka, tantangan ini membuka pintu baru dalam proses kreatifku. Awalnya, menulis setiap hari memang terasa berat. Ada banyak momen di mana aku ingin menyerah.
Sampai aku gagal 3 kali, namun aku mencobanya lagi, lagi dan lagi.
Dengan dukungan sesama anggota yang senasib dan sepenanggungan, aku belajar bahwa kuncinya adalah konsistensi. Setiap kali merasa buntu, aku akan membaca tulisan anggota lain di grup, dan itu memberi suntikan semangat untuk terus menulis.
Dalam waktu singkat, ODOP membantu memecahkan writer’s block yang selama ini menahanku. Aku mulai menulis hal-hal kecil—cerita pendek, ulasan film, atau pengalaman sehari-hari. Semakin sering aku menulis, semakin lancar ide-ide mengalir.
📚 Baca Juga :
7 Cara Praktis Menulis SEO Content Writing, Pemula Langsung Bisa!
Program RCO: Membangun Kebiasaan Membaca
Setelah beberapa bulan resmi bergabung dengan ODOP, aku merasa menulis sudah menjadi bagian dari keseharianku. Namun, ODOP tidak hanya berhenti di tantangan menulis.
Aku kemudian mengikuti program RCO (Reading Challenge ODOP), sebuah program yang dirancang untuk meningkatkan minat baca anggota komunitas. Program ini berlangsung selama empat pekan, dan setiap pekan kami diharuskan membaca buku dari genre yang berbeda.
Salah satu hal yang menarik dari RCO adalah tantangannya. Tidak hanya membaca, kami juga harus membuat ulasan dari buku yang sudah dibaca. Bukan sekadar ulasan biasa, tapi ulasan yang mendalam, yang dapat menarik minat orang lain untuk membaca buku tersebut.
Tantangan ini membantuku memahami lebih dalam tentang apa yang kubaca dan bagaimana menuangkannya ke dalam tulisan dan konten yang menarik di Instagram.
Di pekan pertama, aku membaca sebuah buku berwarna biru dengan judul “Buku Latihan Soal Mantappu Jiwa”. Pekan berikutnya, genre non-fiksi juga menjadi fokusku.
Setiap pekan, tantangan semakin berat, tapi aku merasakan peningkatan kemampuan dalam menganalisis dan menulis. Program ini tidak hanya membangun kebiasaan membaca, tapi juga memperkaya perspektifku dalam membuat ulasan.
OBS: Menjadi Blogger Profesional
Seiring berjalannya waktu, aku tertarik untuk mendalami dunia blogging. ODOP menawarkan program OBS (ODOP Blogger Squad), yang dirancang untuk mengasah kemampuan ngeblog hingga profesional.
Program ini bukan hanya tentang menulis, tetapi bagaimana seorang blogger bisa berpenghasilan dari blognya. Aku merasa inilah kesempatan untuk menjadikan blogku lebih dari sekadar hobi.
Prosesnya cukup panjang. Diawali Open Recruitment, aku mengikuti lima sesi materi setiap minggu, masing-masing disertai tugas-tugas yang menantang.
Lalu, selama sembilan hari aku ditantang untuk menyelesaikan berbagai tugas blog, mulai dari memperbaiki tampilan, optimasi SEO, hingga membuat konten yang engaging. Setiap hari adalah pembelajaran baru.
Berkat program ini, blogku yang tadinya hanya diisi tulisan-tulisan sederhana, kini lebih terstruktur dan menarik.
Aku belajar tentang bagaimana cara membuat blog yang menarik bagi pembaca, dan yang terpenting, aku mulai melihat potensi penghasilan dari blog. Menjadi seorang blogger profesional ternyata tidak mustahil jika dilakukan dengan benar dan konsisten.
📚 Baca Juga :
ONB: Menulis Buku Antologi Cerpen
Selain blogging, aku juga mengikuti program ONB (ODOP Menulis Buku), di mana para anggota ditantang untuk menulis cerpen dan menerbitkannya dalam bentuk antologi.
Ini adalah pengalaman yang sangat berharga bagiku karena selama ini aku hanya menulis untuk diriku sendiri. Melalui ONB, aku belajar bagaimana bekerja sama dengan penulis lain, menyatukan ide, dan menyusun sebuah naskah menjadi karya kolektif.
Dalam program ini, kami mendapatkan sesi materi tentang cara menulis cerpen yang baik, mulai dari struktur, penokohan, hingga alur cerita. Setelah itu, tiba saatnya untuk praktik menulis. Setiap anggota diberi kesempatan untuk menulis cerpen yang kemudian akan digabungkan menjadi sebuah buku antologi.
Pengalaman ini membuka mataku bahwa menulis sebuah buku, meski hanya cerpen, membutuhkan proses yang tidak mudah. Namun, hasil akhir berupa sebuah buku yang terbit dan bisa dibaca oleh banyak orang adalah kepuasan yang tidak tergantikan.
OTM: Tembus Media Lokal dengan Tulisan
Salah satu program paling menantang dalam ODOP adalah OTM (ODOP Tembus Media). Program ini menantang kami untuk mengirimkan tulisan ke berbagai media lokal, dengan deadline yang ketat setiap bulannya. Tidak mudah, karena setiap media memiliki ketentuan dan gaya penulisan yang berbeda. Tantangan ini menuntut kami untuk terus mengasah keterampilan menulis sesuai standar media yang dituju.
Setiap bulannya, kami diharuskan mengirimkan tulisan ke media yang berbeda—mulai dari surat kabar lokal, majalah, hingga platform online. Selain mengejar deadline, kami juga harus berusaha agar tulisan kami diterima dan dimuat oleh media. Terkadang tulisan kami ditolak, tetapi justru dari penolakan-penolakan inilah kami belajar untuk terus memperbaiki kualitas tulisan.
Kesimpulan: Perjalanan Panjang yang Berbuah Manis
Perjalananku bersama komunitas ODOP bukanlah perjalanan yang mudah, tetapi penuh dengan pembelajaran dan tantangan yang membuatku berkembang sebagai penulis dan blogger. Dari seorang yang dilanda writer’s block hingga mampu menulis konsisten setiap hari, dari seorang yang hanya menulis untuk diri sendiri hingga bisa berbagi karya di blog dan media, ODOP telah membuka banyak pintu kesempatan.
Kini, menulis bukan hanya tentang menyelesaikan satu tulisan, tapi juga tentang perjalanan mengembangkan diri, bertumbuh bersama komunitas, dan mencapai tujuan yang lebih besar. Bagi siapa saja yang merasa buntu dalam menulis, atau ingin memperdalam keterampilan menulis dan blogging, ODOP adalah tempat yang tepat untuk memulai. Komunitas ini memberikan banyak peluang dan dukungan yang mungkin tidak kamu temukan di tempat lain. Aku bersyukur telah menjadi bagian dari komunitas yang luar biasa ini.
Tinggalkan Balasan